{"id":48,"date":"2021-12-29T02:30:33","date_gmt":"2021-12-29T02:30:33","guid":{"rendered":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/?p=48"},"modified":"2021-12-29T03:04:23","modified_gmt":"2021-12-29T03:04:23","slug":"pokja-ibu-paud-sleman-targetkan-2022-lembaga-paud-se-sleman-berbasis-hi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/?p=48","title":{"rendered":"Pokja Ibu PAUD Sleman Targetkan 2022 Lembaga PAUD Se-Sleman Berbasis HI"},"content":{"rendered":"<p><strong>SLEMAN<\/strong>\u00a0\u2013 Kelompok Kerja Ibu Pendidikan Anak Usia Dini (Pokja PAUD) Kabupaten Sleman menargetkan tahun 2022, seluruh lembaga PAUD di Kabupaten Sleman sudah berbasis Holistik Integratif (HI). Sebagai langkah awal, Pokja Ibu PAUD Kabupaten Sleman dengan menggandeng Dinas Pendidikan dan Forum Pengembangan Anak Usia Dini (Forum PAUD) Kabupaten Sleman, melaksanakan pendampingan pada Lembaga Pendidikan PAUD untuk memenuhi unsur kinerja layanan HI.<\/p>\n<p>Ketua Pokja PAUD Kabupaten Sleman, Nur Cholimah, M.Pd mengatakan, pembinaan PAUD HI dilaksanakan dari tanggal 2 hingga 4 Desember 2021. Menurutnya, pendampingan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana satuan PAUD memenuhi indikator layanan HI,<\/p>\n<p>\u201cKegiatan ini juga bertujuan untuk mendampingi satuan pendidikan untuk dapat mewujudkan layanan PAUD berkualitas dengan program layanan Holistik Integratif,\u201d tuturnya, Jumat (10\/12\/2021).<\/p>\n<p>Menurut Nur Cholimah, PAUD HI bagi Pokja IBU PAUD Kabupaten Sleman adalah keniscayaan untuk mewujudkan PAUD berkualitas. PAUD, kata dia, tidak hanya dalam sisi perkembangan tetapi juga pertumbuhan.<\/p>\n<p>Ia menandaskan, untuk mencapai PAUD berkualitas, santun dan berbudaya sebagaimana program Ibu PAUD sekaligus Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, PAUD harus berbasis HI. Dengan demikian, gizi, kesehatan dan pendidikan menjadi skala prioritas pada lembaga-lembaga PAUD,<\/p>\n<p>\u201cJika lembaga PAUD sudah melakukan layanan berbasis HI, tentunya akan meningkatkan mutu dan kualitas. Jika lembaga itu mengajukan akreditasi, maka akan dengan sendirinya terpenuhi syarat-syaratnya. Sebab, SJDTK, gizi seimbang dan item-item HI itu juga ada dalam indikator akreditasi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cSemoga tahun ini menjadi tahun pijakan awal dan tahun 2022 bisa bergerak step by step agar semua PAUD di Kabupaten Sleman bisa berbasis HI,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Ketua Forum PAUD Kabupaten Sleman sekaligus sekretaris Pokja Ibu PAUD Kabupaten Sleman, Haryanti, M.Pd menambahkan, untuk pendampingan tahap awal tersebut dilakukan di empat lembaga sasaran yang meliputi 1 Taman Kanak-Kanak (TK), 2 Kelompok Bermain (KB) dan 1 Tempat Penitipan Anak (TPA) yang tersebar di Kabupaten Sleman. Ada tiga tahapan pendampingan yaitu identifikasi indikator PAUD HI, pendampingan indikator yang belum ada dan penyusunan laporan hasil pendampingan.<\/p>\n<p>Pendampingan\u00a0di TK Al I\u2019dad An-Nuur,\u00a0Durenan V Ngangkrik Triharjo, Sleman, dengan kepala lembaga Tri Nur Chayatin, S.Pd AUD, selaku tim pendamping adalah\u00a0Haryanti, M.Pd; Musabikhah, S.Pd; dan\u00a0Dra. Tuarini, M.Pd.<\/p>\n<p>Pendampingan di\u00a0TPA Qonitah,\u00a0Gamping Kidul RT 02 RW 18 Ambar Ketawang Gamping Sleman dengan kepala lembaga Wahyu Purwaning Astuti, S.TP selaku tim pendemping adalah\u00a0Elis Indriyarini, S.Pd;\u00a0Hanik Mariyani dan\u00a0Resmi Widayati, S.Pd.<\/p>\n<p>Pendampingan di\u00a0KB Kuncup Melati\u00a0Turirejo RT 02 RW 23, Harjobinangun, Pakem, Sleman dengan kepala lembaga Sri Hastuti, S.Pd, selaku tim pendamping adalah\u00a0Dra. Sri Sumiyatun;\u00a0Nur Cholimah, M.Pd dan\u00a0Heni Ida Nur Widyaningtyas, S.Pd.<\/p>\n<p>Pendampingan di\u00a0KB Tunas Harapan di\u00a0Jl Kalitirto, Berbah, Sleman dengan kepala lembaga Ediyanta, S.Pd, bertindak sebagai tim pendamping adalah\u00a0Jainudin Walid, S.Pd;\u00a0Sri Rejeki, S.Pd dan\u00a0Ratna Dwi Rahayu, S.IP, S.Pd.<\/p>\n<p>Kegiatan oleh para pendamping diawali dengan assesment pada satuan pendidikan dengan menggunakan instrumen layanan PAUD HI. Instrumen memuat layanan pendidikan sebanyak 14\u00a0 indikator, layanan kesehatan gizi dan perawatan 17 indikator, layanan pengasuhan 4 indikator, layanan perlindungan 11 indikator dan layanan kesejahteraan 7 indikator,<\/p>\n<p>\u201cJadi pendampingan hari pertama berupa wawancara kepada pengelola dan pendidik mengenai kondisi riil di lembaga pada 53 indikator tersebut. Setelah mendapatkan informasi mengenai seluruh indikator, langkah selanjutnya adalah pada hari kedua dan ketiga berupa pendampingan ke satuan pendidikan untuk melengkapi\u00a0indikator-indikator yang belum terpenuhi atau belum dilakukan oleh satuan pendidikan tersebut,\u201d jelas Haryanti.<\/p>\n<p>Haryanti menambahkan, dalam kegiatan pendampingan layanan PAUD HI ini, petugas pendamping juga memberikan masukan dan contoh &#8211; contoh penerapan di lembaga terhadap indikator yang belum terpenuhi. Dengan demikian, ia berharap\u00a0lembaga-lembaga PAUD bisa lebih mudah dan cepat memenuhi seluruh indikator layanan HI,<\/p>\n<p>\u201cPendampingan tahap awal ini sasarannya baru empat lembaga. Kedepan menjadi tugas Pokja Ibu PAUD\u00a0untuk memastikan seluruh lembaga\u00a0PAUD di Kabupaten Sleman sudah memenuhi indikator layanan PAUD HI, sehingga\u00a0pendampingan ini bisa dijadikan program rutin dengan sasaran lembaga yang berbeda-beda. Ini adalah bentuk kerja nyata dari Pokja Ibu PAUD untuk mewujudkan PAUD berkualitas di Sleman,\u201d pungkasnya.\u00a0<strong>(rd2)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Redaktur: Fefin Dwi Setyawati<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>sumber : <a href=\"https:\/\/jogjakartanews.com\/baca\/2021\/12\/10\/7171\/pokja-ibu-paud-sleman-targetkan-2022-lembaga-paud-se-sleman-berbasis-hi\">https:\/\/jogjakartanews.com\/baca\/2021\/12\/10\/7171\/pokja-ibu-paud-sleman-targetkan-2022-lembaga-paud-se-sleman-berbasis-hi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SLEMAN\u00a0\u2013 Kelompok Kerja Ibu Pendidikan Anak Usia Dini (Pokja PAUD) Kabupaten Sleman menargetkan tahun 2022, seluruh lembaga PAUD di Kabupaten Sleman sudah berbasis Holistik Integratif (HI). Sebagai langkah awal, Pokja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-48","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50,"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48\/revisions\/50"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/49"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pokjaibupaud.slemankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}